Manipulasi Array di PHP

Memahami manipulasi array sangat penting untuk dipelajari, karena pada saat saat Anda ada projek ataupun tugas kuliah/sekolah suatu saat membutukan fungsi-fungsi array untuk memanipulasinya sesuai dengan tujuan Anda. Saya mengambil fungsi array yang menurut saya begitu penting untuk dipelajar dan masih banyak lagi fungsi array yang tidak di jelaskan disini.

Daftar isi:

Baca juga:

count()

Fungsi count() digunakan untuk menghitung jumlah array secara keseluruhan, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Jambu'];
echo count($buah) // 3

implode()

Fungsi implode() ialah menjadikan nilai array menjadi string, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Jambu'];
echo implode(', ', $buah); // Apel, Anggur, Jambu

end()

Fungsi end() untuk mengeluarkan nilai terakhir pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Jambu'];
echo end($buah); // Jambu

in_array()

Fungsi in_array() untuk memeriksa apakah nilai yang dicari ada didalam array atau tidak, hasil yang akan dikembalikan bernilai true bila ada dan false sebaliknya. Berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
var_dump( in_array('Apel', $buah) ); // bool(true)

is_array()

Fungsi is_array() untuk memeriksa apakah suatu variabel bernilai array atau tidak, kalau berupa nilai array maka akan mengembalikan nilai true dan false sebaliknya. Berikut contohnya:

$buah = 'Apel';
var_dump( is_array($buah) ); // bool(false)

array_search()

Fungsi array_search() digunakan untuk mencari kunci pada array berdasarkan nilai yang dicari, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
echo array_search('Apel', $buah); // 0

array_rand()

Fungsi array_rand() untuk mengambil satu atau lebih kunci array secara acak, pada kasus ini saya hanya satu saja. Berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Durian', 'Jeruk', 'Mangga'];
echo $buah[ array_rand($buah) ]; // Mangga

Catatan: Hasil pengeluaran diatas tidak seutuhnya akurat karena nilai kunci acak.

Perhatikan: Jika Anda ingin mengeluarkan lebih dari satu kunci array acak, masukan parameter kedua dengan jumlah yang bisa Anda tentukan contoh array_rand($buah, 2). Tetapi, nilai yang dikembalikan akan berupa array.

array_keys()

Fungsi array_keys() digunakan untuk mengeluarkan kunci array saja, tanpa mengeluarkan nilainya. Berikut contohnya:

$buah = ['nama' => 'Apel', 'harga' => 45000];
var_dump( array_keys($buah) );
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "nama"
  [1]=> string(5) "harga"
}
*/

array_values()

Fungsi array_values() digunakan untuk mengeluarkan nilai array tanpa mengeluarkan kuncinya, berikut contohnya:

$buah = ['nama' => 'Apel', 'harga' => 45000];
var_dump( array_values($buah) );
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> int(45000)
}
*/

array_unique()

Fungsi array_unique() untuk mencegah nilai array terjadi duplikat dan hal ini akan menghapus salah satu nilai duplikat, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Apel', 'Anggur'];
var_dump( array_unique($buah) );
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [2]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_filter()

Fungsi array_filter() juga tidak kali penting untuk menghapus nilai string kosong atau null pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', null, 'Anggur'];
var_dump( array_filter($buah) );
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_pop()

Fungsi array_pop() akan menghapus nilai terakhir pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Mangga'];
array_pop($buah);
var_dump($buah);
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_shift()

Fungsi array_pop() akan menghapus nilai pertama pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Mangga'];
array_shift($buah);
var_dump($buah);
/*
array(2) {
  [0]=> string(6) "Anggur"
  [1]=> string(6) "Mangga"
}
*/

array_push()

Fungsi array_push() akan menambahkan nilai terakhir pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
array_push($buah, 'Jeruk');
var_dump($buah);
/*
array(3) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> string(6) "Anggur"
  [2]=> string(5) "Jeruk"
}
*/

array_unshift()

Fungsi array_unshift() akan menambahkan nilai pertama pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
array_unshift($buah, 'Jeruk');
var_dump($buah);
/*
array(3) {
  [0]=> string(5) "Jeruk"
  [1]=> string(4) "Apel"
  [2]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_merge()

Fungsi array_merge() menjadikan dua variabel array menjadi satu variabel, berikut conrohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
$sayur = ['Pare', 'Kubis'];
var_dump( array_merge($buah, $sayur) );
/*
array(4) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> string(6) "Anggur"
  [2]=> string(4) "Pare"
  [3]=> string(5) "Kubis"
}
*/

array_flip()

Fungsi array_flip() akan mengembalikan kunci menjadi nilai dan nilai menjadi kunci array, suatu saat Anda akan membutuhkan fungsi ini dalam beberapa kasus. Berikut contohnya:

$buah = [
    'kode' => 'b10',
    'nama' => 'Apel'
];
var_dump( array_flip($buah) );
/*
array(2) {
  ["b10"]=> string(4) "kode"
  ["Apel"]=> string(4) "nama"
}
*/

array_replace()

Fungsi array_replace() akan menganti nilai array pada nilai sebelumnya, Anda bisa memanfaatkan fungsi ini untuk memodifikasi nilai array. Berikut contohnya:

$buah = [
    'kode' => 'b10',
    'nama' => 'Apel'
];
$gantiApel = ['nama' => 'Durian'];
var_dump( array_replace($buah, $gantiApel) );
/*
array(2) {
  ["kode"]=>
  string(3) "b10"
  ["nama"]=>
  string(6) "Durian"
}
*/

array_chunk()

Fungsi array_chunk() akan membagi array menjadi beberapa bagian yang bisa disesuaikan jumlah bagiannya, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Durian'];
var_dump( array_chunk($buah, 2) );
/*
array(2) {
  [0]=> array(2) {
    [0]=> string(4) "Apel"
    [1]=> string(6) "Anggur"
  }
  [1]=> array(1) {
    [0]=> string(6) "Durian"
  }
}
*/

array_column()

Fungsi array_column() akan mengembalikan beberapa bagian array menjadi satu array, berikut contohnya:

$buah = [
    [
        'kode' => 'b10',
        'nama' => 'Apel'
    ],
    [
        'kode' => 'b12',
        'nama' => 'Anggur'
    ]
];
var_dump( array_column($buah, 'nama', 'kode') );
/*
array(2) {
  ["b10"]=> string(4) "Apel"
  ["b12"]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_combine()

Fungsi array_combine() membuat array dengan membuat satu array kunci dan nilai menjadikan satu variabel array, berikut contohnya:

$kunci = ['kode', 'nama'];
$nilai = ['b10', 'Apel'];
var_dump(array_combine($kunci, $nilai));
/*
array(2) {
  ["kode"]=> string(3) "b10"
  ["nama"]=> string(4) "Apel"
}
*/

Sumber: Docs PHP