Pernyataan if, else, elseif, nested if Pada PHP

Jika Anda ingin membuat suatu kondisi yang memiliki pilihan bersyarat yang masing-masing memiliki perintah yang berbeda. Maka Anda bisa menggunakan pernyataan if, else, elseif, nested if (if bersarang). Pernyataan tersebut sangat banyak digunakan dalam web developer dengan berbagai logika untuk mengatasi masalah yang ada. Saya harap Anda bisa memahami pertayaan ini, karena ini sangat penting untuk di pelajari mendalam.

Daftar isi:

Pernyataan if

Pernyataan if akan mengeksekusi jika suatu kondisi tersebut bernilai true. Perhatikan contoh berikut:

$a = 100;

if ($a == 100) {
    echo "Benar, nilai tersebut sama.";
}

Pernyataan if else

Peryataan if dan else hampir sama dengan pernyataan diatas akan tetapi jika suatu kondisi bernilai true maka itu akan masuk di peryataan if. Sedangkan kondisi bernilai false akan masuk ke bagian pernyataan else. Hal tersebut seakan-akan if untuk true dan else untuk false, Lihat contoh berikut:

$a = 50;

if ($a == 100) {
    echo "Benar, nilai tersebut sama.";
} else {
    echo "Salah, nilai tersebut tidak sama.";
}

Pernyataan if elseif else

Pernyataan ini memungkinkan Anda membuat kondisi lebih dari 2 seperti Pernyataan if else, jadi Anda bisa membuatnya beberapa kondisi agar suatu penyataan lebih speksifik. Berikut contoh sederhananya:

$a = 10000;

if ($a > 100000) {
    echo "Uang Anda lebih seratus ribu";
}
elseif ($a > 10000) {
    echo "Uang Anda puluhan ribut";
}
else {
    echo "Masih dalam uang ribuan";
}

Pernyataan nested if

Jika Anda pernah mendengar nested if atau if bersarang pasti hal tersebut tidak asing lagi. Kenapa nested if harus dipelajari? Hal tersebut akan Anda gunakan jika memiliki kondisi agar lebih berurutan sesuai alur logika pemograman. Saya akan contoh jika seseorang sedang login maka akan memasukan username dan password. Maka kondisi yang harus tampil meliputi:

  • Jika username salah maka tampil
  • Jika password salah maka tampil
  • Jika berhasil masuk dengan username dan password benar

Kurang lebih seperti hal tersebut, berikut contohnya:

$user = "febrihidayan";
$pass = "password";

// cek username ada atau tidak
if ($user == "febrihidayan") {

    // cek password
    if ($pass == "password") {
        echo "Anda berhasil masuk";
    }
    else {
        echo "Password Anda salah";
    }

}
else {
    echo "Username belum di daftarkan";
}
    

Catatan: Anda bisa ubah nilai pada variabel $user dan $pass untuk melihat kondisi yang akan ditampilkan.

Bonus

Pada bonus ini saya memberikan contoh yang telah dijelaskan diatas dan seakan-akan contoh ini sebuah kesimpulan. Perhatikan contoh berikut:

Contoh jumlah sks sesuai IP

$ip = 2.89;

if ($ip >= 3) {
    echo "Anda bisa mengambil 24 sks";
}
else {
    echo "Anda tidak dapat mengambil 24 sks";

    if ($ip >= 2.5 && $ip <= 2.99) {
        echo "Hanya bisa ambil 21 sks";
    }
    elseif ($ip >= 2 && $ip <= 2.49) {
        echo "Hanya bisa ambil 18 sks";
    }
    elseif ($ip >= 1.5 && $ip <= 1.99) {
        echo "Hanya bisa ambil 15 sks";
    }
    else {
        echo "Hanya bisa ambil 12 sks";
    }
}

Penulisan if else elseif berbeda

Suatu saat Anda pasti akan menemukan cara di bawah ini, lihat contoh di bawah ini:

$a = true;

if ($a) :
    echo "true";
else :
    echo "false";
endif;

echo "<br>";

$a = 10;

if ($a >= 20) :
    echo $a;
elseif ($a >= 10) :
    echo $a;
else :
    echo $a;
endif;

echo "<br>";

$a = true;

if ($a)
    echo "true";
else 
    echo "false";

If else dengan operator ternary

Jika Anda sudah melihat tutorial operator PHP sebelumnya maka Anda akan tahu maksud contoh dibawah ini. Cara ini memungkinkan Anda untuk mengelola 2 kondisi di variabel yang sama, berikut contohnya:

$a = false;

$text = $a ? "Nilai true" : "Nilai false";

echo $text; // Nilai false

echo "<br>"

$nama = "Febri Hidayan";

$text = $nama ?: "Tidak ada nama";

echo $text; // Febri Hidayan

Catatan: Anda bisa menghapus nilai variabel $nama dengan nilai "" kosong.